Demokrasi, dalam teorinya, mudah dipahami dan dicerna. Tapi dalam praktiknya, pemerintahan berdasar mayoritas itu sering rumit bak benang kusut.

Demokrasi, dalam teorinya, mudah dipahami dan dicerna. Tapi dalam praktiknya, pemerintahan berdasar mayoritas itu sering rumit bak benang kusut.
Oleh Sukron Abdilah
Dahulu kala, kegiatan pemerintahan desa umumnya diselenggarakan dari sebuah bangunan yang bernama bale desa. Tempat ini kerap digunakan sebagai medium untuk merumuskan kebijakan yang dilaksanakan pemerintah desa bersama tokoh masyarakat dari setiap kampung.
Oleh Tri Widodo W Utomo
Arus pemikiran yang menghendaki penguatan dan percepatan proses demokratisasi lokal semakin mengkristal akhir-akhir ini. Salah satu ide dasarnya adalah perlunya pemilu lokal, yang tentu saja, diikuti oleh parpol lokal.
Oleh Triyono Lukmantoro
Demokrasi memang menjengkelkan. Cara yang harus ditempuh memusingkan, hasil yang diraih jarang memuaskan. Demokrasi tidak memberi kesejahteraan, tetapi justru melahirkan pertikaian dan pemiskinan.
Oleh Hikmat Budiman
Kalau kita periksa kembali naskah Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan oleh Soekarno dan Hatta tanggal 17 Agustus 1945, salah satu interpretasi yang bisa dibuat adalah bahwa terbentuknya Indonesia sebagai sebuah negara lebih sebagai wadah untuk menerima ”hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain”.
Oleh Imam Cahyono
“Sudah 26 tahun tinggal di sini, jualan nasi pecel, tetapi ya begini terus. Ndak berubah. Makin hari, tambah susah!” tutur Yu Minah, janda paruh baya dari Klaten yang setiap hari berkeliling menjajakan dagangannya di bilangan Warung Buncit, Jakarta Selatan.
Oleh Yansen
Indonesia adalah bangsa feodal dan patron. Selain memiliki legitimasi yang sangat kuat, pemimpin mendapatkan kedudukan yang mulia. Konsekuensinya, para pemimpin mempunyai pengaruh kuat dalam mengarahkan kehidupan masyarakat.
Oleh Yudha Cahyawati
Beberapa bulan lagi Jawa Timur (Jatim) akan mengadakan pesta demokrasi, yakni pemilihan gubernur (pilgub). Pilgub harus dilihat dalam konteks geopolitik Jatim, tidak sekadar Surabaya sebagai ibu kota provinsi.
Aku kaget setelah mendengar bahwa aku diterima di sekolah demokrasi saat itu. Apa sekolah demokrasi itu, kemana ia akan mengarahkan para pesertanya, materi apa yang akan dibahas di dalamya, sungguh sama sekali aku tak paham dengan itu semua. Hanya firasatku mengatakan, ini pastilah program besar dan cukup luar biasa.