Sejarah civil society pada awalnya merupakan konsep sekuler karena adanya penentangan ilmuwan pada kekuasaan gereja (yang absolut) di abad pertengahan. Kemudian berlanjut pada lahirnya sikap liberal yang mengakui hak-hak individu untuk mengartikulasikan otonomisasi di setiap pilihan-pilihan hidupnya.
September 2, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Civil Society, ideologi, negara . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Pemuda dan mahasiswa merupakan sosok yang senantiasa mengisi dan hadir dalam setiap etape sejarah. Dalam proses kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sepanjang sejarahnya posisi kaum muda menempati lokus yang khas.
September 2, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Demokrasi, Kemerdekaan Indonesia, Lokomotif Pergerakan Nasional . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh Maghfur Khusni Mubarok
Sesampai di Medinah pada tanggal 27 September 622 M, langkah awal yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah membangun masjid. Masjid ini kemudian dikenal sebagai Masjid Nabawy. Baru setelah masjid terbangun, dakwah yang lebih luas dilakukan, ekonomi digalakkan, relasi sosial Mekah-Medinah dirintis, pertahanan dan keamanan kota dibangun.
Juli 25, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Muhammad SAW, Musyaraw, Ruang Publik . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh Hidayatullah Muttaqin
Demokrasi adalah keshalehan politik. Politik minus demokrasi akan menjadi kotor dan membahayakan kemanusiaan. Demokrasi yang sejati berisi semangat kebebasan, kesejajaran, dan persaudaraan. (Abd Rohim Ghazali, Kompas 30 Desember 2006).
Juli 25, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Demokrasi, Kemungkaran Politik, Politik . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh Daoed Joesoef
Simpul Demokrasi PLaCIDS Averroes. Tiga puluh empat partai politik nasional dan enam parpol lokal di hanya satu provinsi. Ambooi! Banyak nian… untuk apa gerangan?
Juli 21, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Averroes, Demokrasi . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Seperti kita ketahui bersama bahwa inti demokrasi adalah kedaulatan berada di tangan rakyat. Pun begitu, apakah bisa dibenarkan, atau, dapatkah demokrasi itu diartikan sebagai vox populi Dei? Tentunya tidak dan bukan seperti itu demokrasi harus dimaknai bukan?
Juli 17, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Demokrasi, Demoncrazy, Demotrasi . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh Dina Sasti D
Tak bisa dipungkiri, Soeharto, sang arsitek Orde Baru, cukup efektif mengendalikan kehidupan politik, setelah dia berhasil mengonsolidasikan kekuatan setelah “pembersihan” segala sesuatu yang berbau komunis. Secara pasti, dia menyusun tahapan-tahapan untuk memusatkan kekuasaan di tangannya.
Juli 17, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Internal Parpol, Orde Baru, Soeharto . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh Dimas Oky Nugroho
Langkanya masyarakat sipil sejati yang secara konsisten dan kritis mendesak perubahan juga dianggap sebagai penyebab gagalnya reformasi Sepuluh tahun era reformasi ini sederet kebijakan, institusi dan perundang-undangan baru demokratis telah diupayakan hadir termasuk pemilu bebas-multipartai dan empat kepemimpinan presiden berbeda sudah pula dirasakan.
Juli 17, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Demokratisasi, Perubahan, Presiden, Undang-undang . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh Muhammad Syihabuddin
Demokrasi dan ruang publik merupakan dua sisi dari sekeping uang logam. Masing-masing lekat, tak berjarak. Kita tidak bisa mengatakan suatu negara atau daerah itu demokratis jika di dalamnya tak tersedia ruang publik. Ruang publik adalah infrastruktur utama dalam bangunan demokrasi.
Juli 17, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Habermas, ideologi, Kontrol Publik, Ruang Publik . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh Haidar Ivan
Seorang kawan berkebangsaan Jerman secara khusus mendatangi saya hari ini. Kawan ini, seorang ahli politik Amerika Latin, bertanya kepada saya, “Kapan kira-kira Indonesia bisa keluar dari krisis?”Pertanyaan ini sangat sulit saya jawab. Dia kawan satu kelas saya dalam mata kuliah yang judulnya mentereng “Economic Reform and Democratization.”
Juli 10, 2009
Kategori: Ruang Publik . Yang berkaitan:
Identitas Bangsa, Indonesia, Militer . Penulis: simpul . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar