Citra Lembaga Demokrasi Kian Terpuruk

Posted on Agustus 26, 2009. Filed under: Artikel Opini | Tag:, |

Oleh Romauli

Citra lembaga perwakilan semakin terpuruk menyusul berbagai kasus yang menerpa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin menghilangkan kepercayaan publik terhadap lembaga demokrasi yang sangat penting dalam proses demokratisasi.Demikian pandangan Direktur Indo Barometer M Qodari, pengamat politik UI, Andrinof Chaniago, dan Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indra J Piliang secara terpisah di Jakarta, Jumat (11/4). Qodari mengungkapkan dalam diskusi “Mengenal Kultur Demokrasi di Indonesia” di Gedung Pusat Dakwah Muhamadiyah, Jakarta Pusat, Kamis (10/4).

Andrinof mengatakan tertangkapnya sejumlah pejabat publik terkait kasus korupsi membuat citra lembaga publik semakin terpuruk dan menurun di mata masyarakat. Akibatnya, upaya memperbaiki citra ini harus segera dilakukan seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kemudian langsung menonaktifkan Al Amin Nasution. Secara alamiah ada 2 hal yang melatarbelakangi seseorang melakukan pelanggaran hukum. Pertama, motif atau keinginan pelaku dan kedua, kesempatan yang ada untuk melakukan pelanggaran.

“Sistem yang telah ada seharusnya diperbaiki lagi. Misalnya yang menyangkut politik dimulai dari anggota partai hingga ketua partai. Harus ada upaya preventif,” katanya. Menurut Qodari, penangkapan DPR oleh KPK membuat citra lembaga demokrasi semakin terpuruk. Padahal, Indonesia perlu meningkatkan dukungan terhadap demokrasi. Masyarakat Indonesia, kata Qodari, relatif masih menghargai sistem politik yang demokratis. Namun, sebagian masyarakat juga menganggap demokrasi tidak berguna, tanpa perbaikan ekonomi. Dikhawatirkan akan muncul siap tidak percaya kepada proses demokrasi dan lembaga yang merupakan instrumen demokrasi.

Selain memperbaiki kinerja lembaga demokrasi, agar demokrasi didukung masyarakat luas, ia juga menyarankan penuntasan penghapusan terhadap dwi fungsi TNI. Hal lain ialah membuat sistem pemerintahan yang lebih efektif, yaitu presiden yang didukung legislatif dan kekuatan politik yang signifikan, serta memperbaiki kondisi ekonomi.

Untuk Diri Sendiri
Sementara itu, Indra J Piliang mengatakan, pejabat publik yang terjerat kasus yang kian banyak menunjukkan, kalau pejabat publik lebih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan publik.
“Pekerjaan yang mereka lakukan itu belum dihayati dengan benar. Tujuan seseorang mengejar jabatan publik itu bukan untuk kepentingan masyarakat melainkan hanya untuk mengejar kekuasaan dan kekayaan bagi diri sendiri,” kata Indra saat dihubungi SH Jumat (11/4).

Untuk itu perlu dilakukan rekayasa politik perubahan dalam rekruitmen pelayanan publik secara terencana agar kelak menghasilkan generasi yang kebal terhadap penyuapan. “Selama ini kita disibukkan dengan sebuah proses pencalonan tapi tidak pernah mengarah pada substansi yang dimiliki,” katanya. Peneliti CSIS Rizal Sukma dalam diskusi di Muhammadiyah mengatakan, penerimaan terhadap demokrasi sangat bergantung pada beberapa hal, antara lain tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat.

Tantangan yang dihadapi dalam mengintregrasikan masyarakat kepada nilai-nilai demokrasi adalah faktor kekerasan, primodialisme, dan paternalistik. “Masyarakat harus dapat menyelesaikan masalah-masalah tanpa kekerasan,” ujarnya. Dia juga mengingatkan tidak ada hubungan antara kesejahteraan ekonomi dengan demokrasi. Demokrasi adalah sistem politik. Sementara yang berkorelasi dengan kesejahteraan adalah sistem ekonomi.
“Pengalaman menunjukkan apapun sisitem politik sebuah bangsa, tetapi jika menganut sistem ekonomi pasar dan terbuka maka kesejahteraannya cenderung meningkat,” kata Rizal.

Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: