Surat Terbuka Buat Sri Bintang Pamungkas!

Posted on Oktober 20, 2009. Filed under: Artikel Opini | Tag:, , |

Pemilu telah dilaksanakan dengan baik dan damai oleh rakyat Indonesia, baik pemilu legislatif maupun pemilihan presiden secara langsung. Pada pemilu kali ini tampak suasana yang kompetitif dan demokratif.Namun, saat membaca berita di salah satu cyber media terkenal baru-baru ini membuat perasaan kita semua menjadi miris. Bagaimana tidak, pemilu yang demokratis di atas, termasuk pilpres di dalamnya, masih saja ada sebagian kelompok yang tidak senang akan pilihan rakyat (baca: bangsa Indonesia).

Mereka adalah sejumlah organisasi kecil yang tergabung dalam ‘Tolak SBY’ yang berencana bakal menduduki gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indoesia di Jakarta, tepat pada acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.

Organisasi yang tidak senang terhadap hasil pemilu ini dimotori oleh penanggung jawab Rakyat Bergerak Sri Bintang Pamungkas yang mengatakan, bahwa pihaknya akan menduduki Gedung DPR RI tanggal 20 Oktober 2009 dengan pengerahan massa. Pendudukan itu bertujuan untuk menjatuhkan SBY-Boediono dari kursi kepresidenan dan wakil presiden.

Menurut Sri Bintang, sejak awal berdirinya Republik Indonesia, belum pernah ada rakyat yang menolak presiden terpilih. Dan ini akan terjadi yang tentu saja harus dijatuhkan. Jika nantinya usha pendudukan gedung DPR berhasil dan menggagalkan pelantikan SBY-Boediono, maka Sri Bintang mengusulkan percepatan pemilu.

Kalau sudi kiranya mencermati pernyataan Sri Bintang, sepertinya orang itu mempunyai semacam (maaf) penyakit kejiwaan yang tentunya berkaitan dengan perpolitikan tanah air. Bagaimana tidak, sejak jaman Orde Baru ia selalu melontarkan kritikan terhadap rezim Orba. Setelah rejim Orba tumbang, timbul rejim-rejim lainnya, dan Sri Bintang selalu menjadi orang yang tidak puas terhadap rejim tersebut. Bahkan, presiden pilihan rakyat (sekali lagi pilihan rakyat) sekalipun, ia menjadi orang yang antipati terhadapnya.

Kalau Sri Bintang sering menggunakan istilah ‘rakyat’, sebenarnya ia mewakili rakyat yang mana? Bukankah rakyat Indonesia telah memutuskan pilihannya melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku, bahkan secara demokratis pula. Terus, Sri Bintang mewakili siapa? Janganlah sering mengatasnamakan rakyat. Kami, rakyat Indonesia, muak dengan cara-cara seperti yang dilakukan Bintang.

Kami, rakyat Indonesia, akan terus mengikuti mekanisme apa adanya. Tidak butuh politik-politikan kotor yang justru mementingkan dirinya sendiri. Atau, malah Bintang berpenyakitan politik yang tidak baik?

CHRISTOPER SIMANJUNTAK
Cilandak, Lebak Bulus
JAKARTA SELATAN
christoper_s@plasa.com

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: