AS-Iran Jangan Ganggu Iraq

Posted on Maret 18, 2010. Filed under: Pustaka Wacana | Tag: |

Banyak modal positif bagi masa depan Iraq yang dihasilkan oleh pemilu parlemen pada 7 Maret lalu. Misalnya, tingginya tingkat partisipasi. Di tengah teror bom dan mortir, tercatat hampir 65 persen pemilik hak suara menunaikan hak konstitusional mereka di pesta demokrasi pertama pasca penyerahan urusan keamanan dari Amerika Serikat (AS) tahun lalu tersebut.

Kalangan Sunni yang sangat apatis pada pemilu lima tahun silam juga begitu antusias mendatangi bilik pemungutan suara kali ini. Dan, kalau jelang pelaksanaan gangguan keamanan terjadi di mana-mana, terutama di ibu kota Baghdad, pada hari H pemilihan semua berjalan mulus.

Memang ada sedikit noda. Hasil sementara yang dijadwalkan diumumkan Rabu lalu (11/3) ternyata mundur. Tapi, setidaknya dari berbagai indikasi positif tersebut, semua bisa melihat bahwa warga Negeri 1001 Malam itu benar-benar mengharapkan akan lahirnya perubahan dari pemilu kali ini.

Karena itu, sepatutnya semua kekuatan asing yang selama ini ikut campur mengurusi Iraq -baik yang kasatmata maupun tidak- harus menahan diri. Sebab, kehadiran merekalah yang selama ini justru menyebabkan Iraq terus terseret ke dalam kancah konflik sektarian.

AS, contohnya. Sebagian kalangan Syiah (mayoritas di Iraq, sekitar 58 persen) memang menganggap negeri adidaya itu sebagai penyelamat. Sebab, berkat AS-lah Saddam Hussein, yang selama pemerintahannya begitu memarginalkan kaum Syiah, bisa tumbang. Tapi, bagi sebagian kalangan Syiah, masih bercokolnya AS adalah bentuk penjajahan.

Semua tahu, pemerintahan Iraq yang sekarang dijalankan dari dalam Green Zone, kawasan khusus yang dibangun AS di tengah Baghdad. Kedubes dan militer AS juga bermarkas di tempat itu. Dari situlah muncul kecurigaan bahwa pemerintahan Presiden Jalal Talabani dan Perdana Menteri (PM) Nuri Al-Maliki hanyalah boneka Washington.

Negara lain yang juga mesti berhenti mengintervensi adalah Iran, kiblat kaum Syiah di seluruh dunia. Memang tak kasatmata, Namun, kalangan Sunni Iraq (terbesar kedua, sekitar 30 persen dari total populasi) yakin PM Maliki selalu bergandengan tangan dengan negeri yang dipimpin Mahmoud Ahmadinejad tersebut.

Teheran selalu membantah tudingan itu. Tapi, bantahan tersebut sebaiknya diikuti aksi nyata. Misalnya, memediatori negosiasi antara kelompok Syiah, Sunni, dan Kurdi -etnis ketiga terbesar di Iraq. Tentu AS juga harus dilibatkan dalam perundingan tersebut.

Apa yang terjadi di Irlandia Utara barangkali bisa menjadi referensi. Inggris yang berada di belakang kelompok Unionis -menginginkan Irlandia Utara tetap menjadi bagian dari Inggris Raya- dan Republik Irlandia, pendukung kelompok Nasionalis -berjuang agar Irlandia Utara bersatu dengan Republik Irlandia- dengan jiwa besar menjadi penengah dalam perdamaian Jumat Agung 1998. Hanya mediator, tanpa memaksakan kehendak.

Akhirnya, pertemuan itu menghasilkan solusi yang kompromis dan menguntungkan semua pihak. Unionis mendapat jatah kursi first minister (semacam PM) dan Nasionalis berhak atas jabatan deputy first minister dalam sebuah pemerintahan power sharing. Hasilnya, perang saudara selama 20 tahun yang menewaskan ribuan jiwa bisa diakhiri.

Inggris dan Republik Irlandia juga berperan aktif saat kaum Unionis dan Nasionalis hampir deadlock ketika membahas transfer kekuasaan kehakiman dan keamanan bulan lalu. Mereka berhasil mendinginkan kedua kubu sehingga bersedia kembali ke meja perundingan. Buntutnya, kesepakatan bersejarah tersebut bisa gol.

Sekarang semua tinggal bergantung kepada kemauan, baik Washington maupun Teheran. Kalau benar ingin melihat Iraq tumbuh semakin demokratis -seperti yang selalu didengungkan AS- dan mandiri seperti harapan Iran selama ini, segeralah mengambil jarak. Tujuannya, semua modal positif dari pemilu yang baru berakhir itu tak terbuang sia-sia. (*)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: