NU Jangan Terjebak Politik Praktis

Posted on Maret 25, 2010. Filed under: Pustaka Wacana | Tag:, |

Memanfaatkan momentum Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar, maka banyak hal yang harus dijadikan NU untuk mawas diri. Saya setuju dengan pernyataan Ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA-PMII) Arief Mudatsir Mandan dalam peluncuran buku Sejuta Gelar untuk Gur Dur di Jakarta, Kamis (18/3) bahwa Pemimpin Pengurus Besar NU ke depan harus mementingkan urusan sosial dan agama dibandingkan dengan urusan partai politik dan politik praktis.NU harus konsekuen kembali ke khitahnya, yaitu pemberdayaan umat. Kita tahu selama masa reformasi ini sedikit banyak NU terjebak dalam politik praktis. Urusan-urusan seperti itu telah mengambil banyak energi NU dan membuat wibawa pimpinan menurun.

Untuk itu, Muktamar PBNU di Makassar harus mampu menegaskan arah PBNU yang fokus pada urusan sosial dan masyarakat. Karena selama ini, NU sempat terbawa euforia, maka kita perlu mengambalikan peran politik NU kepada maqom-nya, yaitu berhikmat kepada umat.

Siapa pun yang akan terpilih menjadi Ketua Umum PBNU nanti, harus bisa membawa NU menjadi lebih baik lagi dan mengangkat derajat hingga ke tingkat yang paling tinggi. Muktamar PBNU itu pun diharapkan bisa memunculkan pemimpin-pemimpin baru yang mampu mengayomi kaum minoritas, seperti yang telah dilakukan Gus Dur. Terlebih semua kandidat Ketum PBNU saat ini relatif dekat dengan perilaku Gur Dur. Sehingga wajar jika kita optimis para kandidat itu mempunyai pemikiran dan gagasan yang sama dengan Gus Dur.

Juga patut diingat bahwa NU ke depan harus memperhatikan pendidilan dan ekonomi. Jika pun harus berpolitik, politik yang dilakukan NU adalah politik kebangsaan dan kenegaraan, bukan politik untuk pemilihan bupati, gubernur atau presiden. Terlibat politik dukung-dukungan, sama dengan memperdagangkan NU dengan murahan.

Selain itu NU juga harus berperan dalam urusan agama dan ikut terlibat dalam urusan deradikalisasi Islam yang terjadi di Indonesis saat ini, dimana banyak pelaku terorisme berkedok agama Islam. Ingat, peran-peran NU itu hingga saat ini belum dimainkan sepenuhnya.

Andi Basso
Jamaah NU Makassar
Jl. Pahlawan 22 Makassar

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: