Koruptor Sama Dengan Pengkhianat Negara

Posted on April 30, 2010. Filed under: Artikel Opini |

Demokrasi – Belakangan ini di beberapa media massa, baik cetak maupun elektronik selalu saja masih memberitakan tentang adanya mafia hukum. Apalagi semenjak kasus pegawai pajak, Gayus Tambunan muncul di permukaan yang menjadi bulan-bulanan pers.
Dalam suatu kesempatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan, bahwa secara kumulatif, praktik mafia kasus di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan sangat merugikan negara. Selain melibatkan rantai institusi penegak hukum, praktik itu juga merugikan rakyat akibat penerimaan negara yang diselewengkan.

Praktik mafia hukum yang terjadi saat ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa. Sindikasi perpajakan yang terjadi melibatkan institusi penegak hukum, mulai dari Polri, Kejaksaan Agung, pengadilan dan hakim, hingga pengacara. Banyak orang mengaharapkan, agar kasus ini diusut tuntas.

Benar saja apa yang dikatakan Presiden, yaitu agar semua pihak menjalankan Undang-undang Perpajakan dengan sebenar-benarnya. Hentikan kejahatan di wilayah itu, karena sesungguhnya itu mengorbankan pembangunan dan mengkhianati rakyat.

Setelah kasus dugaan korupsi, pencucian uang, dan penggelapan yang melibatkan pegawai Ditjen Pajak Gayus HP Tambunan, yang dikenal sebagai praktik mafia hukum atau makelar kasus, masyarakat cenderung berkeinginan pelaku korupsi dan makelar kasus dihukum berat.

Bahkan, selain layak dijatuhi hukuman mati, koruptor juga wajib dimiskinkan. Aturan ini akan memberikan efek jera koruptor atau pejabat yang berniat mengorupsi uang negara. Dengan dimiskinkan, setiap pejabat akan memperhitungkan kembali langkahnya mengorupsi uang negara karena akan dirampas negara lagi. Jadi, dia akan belajar, tak ada gunanya menumpuk harta dari korupsi kalau pada akhirnya harta itu dirampas kembali oleh negara.

Ada beberapa kalangan yang mengatakan, bahwa korupsi adalah pengkhianatan terbesar kepada negara. Kasus korupsi pajak, contohnya, tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menyakiti hati masyarakat.

ARYO RAHARDJO
Komp. Perum UT Parung
BOGOR
aryo_raharjo@yahoo.com

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: