Menyaksikan Pilkada Jaman Edan

Posted on April 30, 2010. Filed under: Ruang Publik |

Demokrasi – Masyarakat yang sebenarnya semakin dewasa dan pintar dalam berpolitik, justru saat ini semakin dibodohi oleh parpol yang nekat mengusung balon-balon kepala daerah tanpa mempertimbangkan syarat kualitas, dedikasi, intelektual, leadership. Apa jadinya, kalau artis –artis panas seperti Julia Perez, Ayu Ashari dan Maria Eva terpilih sebagai kepala daerah, bisa dikatakan sebuah kemunduran politik di Indonesia.
Fenomena munculnya parpol mengusung “artis panas” pengumbar syahwat sebagai calon kepala daerah tersebut harus dikritisi, sebab figur artis panas yang belum tentu kaya pengalaman memimpin rakyat dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi perkembangan parpol ke depan . Melalui pilkada yang katanya sangat menjunjung tinggi nilai demokratis namun prakteknya jauh dari nilai Pancasila, pihak pengurus parpol selalu berkilah bahwa siapapun berhak dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Bangsa Indonesia tanpa sadar telah terjebak dalam praktek politik liberal, karena tidak mempertimbangkan lagi etika berpolitik dalam merekrut calon pemimpin bangsa. Padahal pemilihan calon pemimpin di negara maju sekalipun ( Eropa dan Amerika Serikat) masih mengagungkan kriteria calon pemimpin yang bermoral, tidak korup dan jujur.

Sekali lagi, parpol dituntut mampu melakukan pendidikan politik kepada rakyat untuk memilih kandidat kepala daerah yang punya kapabilitas serta punya riwayat moral yang bersih. Parpol pengusung figur tidak bermoral jelas-jelas telah melecehkan nurani, harga diri dan kecerdasan rakyat pemilih, demi mengejar sebuah kursi kekuasaan semata, oleh sebab itu, parpol itu juga harus dikenai sanksi.

Maka kekhawatiran Indonesia akan mengalami “zaman edan” seperti yang diramalkan pujangga besar Ronggo Warsito bakal terwujud adanya, karena sewaktu-waktu melalui pilkada akan lahir calon pemimpin yang tidak jelas asal usulnya, tidak menjadi masalah bahwa calon itu bekas koruptor, perampok, pemerkosa, mucikari, pezina dan pembunuh, dengan bebas bisa menjadi kepala daerah asal populer dan punya uang.

Kirani Putri,
Komplek Bumi Nasio,
Jl. Raya Pondok Gedhe, Bekasi –Jabar.
Kirani2010@gmail.com.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: