Belajar Dari Kongres Partai Demokrat

Posted on Mei 26, 2010. Filed under: Artikel Opini |

Banyak partai di Indonesia yang selalu memanfaatkan popularitas dengan mengenyampingkan regenarasi. Tokoh-tokoh muda masih berada dibayang-bayang generasi lebih senior dan regenerasi kepemimpinan partai politik menjadi lemah. Tetapi, dalam Kongres Partai Demokrat kemarin membuktikan bahwa regenerasi partai politik berjalan.
Anas Urbaningrum mampu mengungguli dua pesaing utamanya melalui dua tahapan putaran pemilihan. Kunci sukses Anas terletak pada kemampuan membangun jaringan sampai dengan ke tingkat DPC-DPC PD. Personalitas dan populer Anas yang juga termasuk figur termuda dalam Ketua Umum Partai dapat meraih dukungan suara sebesar 280 suara, dapat membuktikan bahwa sistem patronase dalam Partai Demokrat sudah tidak relevan lagi. Adapun yang harus dilakukan oleh Anas dengan menciptakan dasar bagi pondasi partai yang modern bagi persiapan pemilu 2014 .

Menurut Burhanuddin Muhtadi, Pengamat Politik, dalam jangka pendek, Anas memiliki 3 pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan yaitu pertama, konsolidasi internal dengan cara menata kubu2 yang kalah, kedua, melakukan percepatan akselerasi Partai Demokrat melalui cara mengakomodasikan keanggotaan partai tanpa mengenyampingkan meritisasi dan yang terakhir, harus membuat tahap jenjang karier yang jelas dalam kepartaian. Peserta yang menentukan kedaulatan melalui pemberian suara secara sah, SBY dalam kerangka ketua dewan pembina juga telah mendengarkan suara demokratis. Yang paling penting adalah dalam kerangka komprehensif Partai Demokrat adalah secepatnya dilakukan pelembagaan fungsi partai, yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan personal. Menurut Siti Zuhro, pengamat politik Lembaga Ilmu Pemerintahan Indonesia (LIPI), Presiden Republik Indonesia tidak melakukan intervensi terhadap Kongres II Partai Demokrat, walaupun anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono lebih condong ke Andi Mallarangeng.

Kemunculan Anas Urbaningrum dalam Kongres II Partai Demokrat di Bandung, dapat memberikan ruang positif bagi kemunculan anak muda dalam posisi puncak. Keberadaan Anas sebagai ketua umum setidaknya memberikan penilaian yang positif bagi Partai Demokrat yang memberi kesempatan pemimpin partai dapat diikuti partai-partai lain dengan memberi anak muda dalam memimpin partai. Fenomena tersebut dapat menjadi bagian dari regenarasi dan transformai kepemimpinan nasional di masa depan.

Siti Hertina
Pejaten Timur, Pasar Minggu

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: