Menyoal Kepergian Sri Mulyani

Posted on Mei 26, 2010. Filed under: Artikel Opini |

Sejak 1 Juni 2010 mendatang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal hijrah menempati jabatan barunya yakni managing director Word Bank, di Wasingthon DC, AS. Dengan menerimanya tawaran untuk menduduki salah satu jabatan direktur di Bank Dunia ditunjuk langsung oleh penasehat utama Bank Dunia Robert Zoellick, otomatis jabatan menteri keuangan saat ini yang diembanya harus ditinggalkan dan permohonan mundurnya sebagai menteri keuangan juga telah mendapatkan persetujuan oleh presiden.
Menurut beberapa pakar, pengamat dan ahli politik pengunduran diri Sri Mulyani dianggap mampu menurunkan ketegangan antara pemerintah dan legislatif, karena sebelumnya ia dtolak oleh beberapa fraksi di DPR ketika hendak melakukan rapat pembahasan RAPBN perubahan. Penolakan tersebut didasari atas fakta politik karena Sri Mulyani dianggap berertanggungjawab dalam kasus dana talangan Century. Pengunduran tersebut juga dianggap sebagai solusi terbaik bagi semua pihak, karena bisa dianggap menyelamatkan muka pemerintah serta legislatif sendiri.

Terlepas dari sudut pandang politik, fakta mengatakan ditangani Menteri Keuangan Sri Mulyani, ekonomi negara ini bisa tertata, negara tidak berjalan terseok-seok dihempa badai krisis ekonomi global. bahkan ditengah krisis Indonesia masih mampu memiliki pertumbuhan ekonomi antara 5-6 persen, sesuai prediksi awal bank dunia. Seharusnya sebagai bangsa yang besar kita memberikan apresiasi terhadapnya, namun itu tak pernah dilakukan bahkan cenderung seperti dijadikan musuh bersama oleh para politisi di Senayan dan menjadi korban konspirasi politik. Mungkin sikap tegasnya yang tidak mau kompromi kepada politisi-politisi nakal, lalu dijadikanlah ia sebagai musuh bersama.

Kepergianya dianggap hanya sekedar melepas dari tanggungjawab kasus Century, kepergiannya juga dianggap sudah diatur oleh bank dunia. mungkin rakyat terlalu sulit memahami argumentasi politik yang sedikit kotor dan penuh kecurigaan, apalagi dengan adanya usulan pencekalan kepadanya.

Namun bagi rakyat memiliki pandangan dan pertanyaan yang mendasar, kenapa menteri keuangan yang memiliki reputasi terbaik se Asia begitu mudah dilepaskan?, kenapa juga menteri yang mampu mengeluarkan Indonesia dari jerat krisis global harus hijrah ke negeri orang?. Lalu kenapa juga menteri yang cerdas dan memiliki pemikiran yang berlian harus dimusuhi oleh para politisi di DPR?. Dan kenapa bangsa ini juga merelakan Sri Mulyani memilih menjadi “TKW” daripada membangun negeri sendiri.

Sepertinya para politisi di DPR tak henti-hentinya membangun halunisasi cita-cita rakyat, seolah-oleh mereka bicara sesuai kehendak rakyat, mewakili rakyat, padahal kenyataanya tak satupun tindakan DPR selama ini merepresentasikan akumulasi keinginan rakyat. Mereka sibuk membangun kontruksi politik untuk kekuasaan dan kekuasaan. Kalau dilihat karut-marut dan proses pansus century di DPR, rakyat tahu betul sifat-sifat haus kekuasaan dan ketidaksabaran dalam merebut kekuasaan. Rakyat juga cukup mengerti pansus hanya dijadikan sebagai baju untuk meraih kemenangan pemilu 2014. Namun jangan harap rakyat akan memilihnya karena tipu muslihat sudah terlihat sangat jelas, gambaran pansus century telah memberikan peta politik yang sangat berharga bagi rakyat dan jutaaan pemilih di Indonesia, sehingga rakyat tidak akan tertipu lagi dalam pemilu-pemilu mendatang.

Dody Candra, Griya Asri 2, Depok, Jawa Barat.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: